Rabu, 12 Juni 2024

Video Stroke Iskemik dan Hemoragik

 Patofisiologi Stroke Iskemik dan Hemoragik



Stroke Iskemik terjadi akibat dari pembekuan atau penyumbatan pembuluh darah otak yang dapat disebabkan oleh tumpukan trombus pada pembuluh darah otak, sehingga aliran darah ke otak berhenti. Stroke Iskemik bisa disebut juga kematian jaringan otak. 

Penyebab:

  1. Hipertensi
  2. Diabetes Melitus
  3. Infeksi Jantung
  4. Merokok
  5. Kolesterol
Stroke Iskemik dibagi menjadi stroke emboli dan stroke trombotik. 

Stroke Hemoragik terjadi akibat dari pendarahan pada pembuluh darah otak, contohnya pada saat terjadi kecelakaan yang mengalami benturan keras di kepala dan menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak. 

Stroke Hemoragik dibagi menjadi pendarahan intracerebral dan pendarahan subrachnoid.


Edu Medika. https://youtu.be/qXm8ZDUnqh0?si=8IfOQImBSShYxTAN.

Asuhan Keperawatan pada Pasien Stroke Iskemik

Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Stroke Iskemik: Studi Kasus


ABSTRAK

Stroke iskemik merupakan gangguan neurologis yang terjadi akibat obstruksi atau berkurangnya aliran darah di otak secara signifikan. Karya tulis ilmiah ini menggunakan metode case study. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien S dengan Stroke Iskemik di ruang saraf pria Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Asuhan keperawatan diberikan dari tanggal 12 Mei-16 Mei 2023. Hasil pengkajian pada pasien S mengalami sakit kepala, hemiparesis sisnistra, kesulitan berbicara, dan kesulitan tidur. Masalah keperawatan yang didapat pada pasien S meliputi penurunan kapasitas adaptif intrakranial, gangguan mobilitas fisik, gangguan komunikasi verbal, gangguan pola tidur dan risiko jatuh. Adapun intervensi yang diberikan yaitu, head up 30°, Range of Motion disertai dengan penggunaan bola karet, terapi AIUEO, relaksasi napas dalam, dan edukasi pencegahan jatuh. Hasil evaluasi menunjukkan tiga masalah keperawatan teratasi sebagian diantaranya, penurunan kapasitas adaptif intrakranial, gangguan mobilitas fisik, dan gangguan komunikasi verbal. Selain itu, masalah gangguan pola tidur teratasi dan tidak terjadi jatuh selama di rumah sakit.


Afifah, N., Darliana, D., & Bahri, T. (2024). Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Stroke Iskemik: Studi Kasus. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(4), 1627-1638. https://doi.org/10.37287/jppp.v6i4.2859


Gambar:



Algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) untuk Prediksi Stroke

 Penerapan Algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) untuk Prediksi Penyakit Stroke


ABSTRAK

Stroke merupakan gangguan fungsi otak yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah ke otak. Penyakit stroke dapat menyebabkan kecacatan pada penderitanya atau bahkan kematian. Data Organisasi Stroke Dunia menyatakan bahwa setiap tahun terdapat 13,7 juta penderita stroke dan 5,5 juta kasus kematian akibat stroke. Penyakit ini merupakan penyakit mematikan nomor tiga dunia. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan penerapan algoritma K-Nearest Neighbor dalam memprediksi penyakit stroke serta dapat mengetahui akurasi yang dihasilkan algoritma KNN dalam memprediksi penyakit stroke. Melalui hasil perhitungan klasifikasi-prediksi pada data penyakit stroke dengan data latih sebanyak 80 data dan data uji sebanyak 20 data dapat diketahui bahwa algoritma KNN dapat melakukan prediksi penyakit stroke berdasarkan jenis kelamin, umur, hipertensi, riwayat penyakit jantung, status menikah, tipe pekerjaan, tipe tempat tinggal, rerata kadar glukosa , bmi dan status merokok dengan akurasi yang didapatkan sebesar 95% dengan nilai k=9.


Naja Maskuri, M., Harliana, H., Sukerti, K., & Herdian Bhakti, R. M. (2022). Penerapan Algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) untuk Prediksi Penyakit Stroke. Jurnal Ilmiah Intech : Information Technology Journal of UMUS, 4(01), 130–140. https://doi.org/10.46772/intech.v4i01.751


Gambar:





Selasa, 11 Juni 2024

Hubungan Hipertensi dengan Stroke

Hubungan Antara Hipertensi dan Stroke

Association Between Hypertension and Stroke


ABSTRAK

Latar Belakang: Stroke diartikan sebagai gangguan suplai darah ke otak. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kejadian stroke. Hipertensi merupakan faktor pencetus utama terjadinya stroke, baik stroke hemoragik maupun stroke iskemik. Tujuan: Untuk mengetahui lebih lanjut hubungan hipertensi dengan kejadian stroke. Metode: Metode yang digunakan adalah studi literatur yang diambil dari berbagai jurnal nasional dan internasional, metode ini selalu berusaha memenuhi kondisi terkini pada suatu topik. Kesimpulan: Ada hubungan hipertensi dengan kejadian stroke


Puspitasari, P. (2020). Hubungan Antara Hipertensi dan Stroke. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada , 9 (2), 922-926. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.435


Gambar:






Faktor & Jenis Stroke

Analisis Faktor Risiko Stroke dan Jenis Stroke


ABSTRAK

Stroke merupakan penyakit akibat gangguan aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan kematian. Faktor risiko stroke dapat dibedakan menjadi faktor yang dapat dimodifikasi dan faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Pencegahan stroke dapat dilakukan dengan menghindari faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif dan teknik total sampling sebanyak 200 pasien stroke sebagai responden. Data diambil dari dokumen rekam medis di Ruang Tulip RS Dokter Dradjat Prawiranegara pada bulan Januari sampai Maret 2020. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif yang menggambarkan variabel usia, jenis kelamin, jenis stroke (iskemik atau hemoragik), dan riwayat penyakit (hipertensi, DM, dan kolesterol) secara mendalam. Variabel-variabel tersebut dianggap sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Faktor risiko pada penelitian ini ditentukan berdasarkan data rekam medis yang menunjukkan angka tertinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stroke iskemik. Selain itu, faktor risiko stroke yang paling banyak tidak dapat dimodifikasi adalah usia >50 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Sedangkan faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi dan memiliki persentase tertinggi adalah hipertensi. Ini adalah penyebab utama perdarahan intraserebral, lebih dari 60% pasien stroke menderita penyakit ini. Penelitian selanjutnya sebaiknya lebih menekankan pada analisis hubungan faktor risiko dan kejadian stroke.


Rahayu, T. (2023). Analisis Faktor Risiko Stroke dan Jenis Stroke. Jurnal Kesehatan Faletehan , 10 (01), 48-53. https://doi.org/10.33746/fhj.v10i01.410


Gambar:





Sabtu, 08 Juni 2024

STROKE HEMORAGIK


 Diagnosis & Tatalaksana Stroke Hemoragik


ABSTRAK

Stroke merupakan penyakit neurologis utama di usia dewasa hingga lansia, berdasarkan tingginya angka kegawatdaruratan, penyebab utama kecacatan dan kematian. Stroke hemoragik, dapat terjadi karena pecahnya pembuluh darah otak. Data dari WHO menunjukkan stroke merupakan penyebab kematian terbesar ketiga di dunia. Sedangkan di Indonesia, data RISKESDAS 2018 menunjukkan stroke penyebab kematian nomor satu disemua umur yaitu sebesar 15,4%. Penyebab stroke hemoragik paling penting adalah penyakit hipertensi. Selain hipertensi, penyebab stroke bisa dipengaruhi oleh ras/suku, jenis kelamin dan usia. Usia yang paling tinggi beresiko terkena stroke yaitu usia lansia ≥75tahun. Penegakkan diagnosis stroke hemoragik berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik umum dan pemeriksaan neurologis, serta pemeriksaan penunjang. Gejala klinis yang sering dialami oleh pasien stroke hemoragik adalah nyeri kepala, mual, muntah, kejang dan penurunan kesadaran. Penatalaksanaan awal yang cepat dan tepat memungkinkan pasien tidak memerlukan tindakan pembedahan. Pencegahan untuk menghindari stroke dengan menghentikan kebiasaan merokok, minum alkohol, mengkonsumsi obat-obatan, serta memperbanyak olahraga.


 

Setiawan, P. A. (2021). Diagnosis dan Tatalaksana Stroke Hemoragik. Jurnal Medika Hutama, 3(01 Oktober), 1660-1665. Retrieved from https://www.jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/336

 

Gambar dan Video





Video Stroke Iskemik dan Hemoragik

  Patofisiologi Stroke Iskemik dan Hemoragik Stroke Iskemik terjadi akibat dari pembekuan atau penyumbatan pembuluh darah otak yang dapat di...